Karhutla Parimo Meluas, Warga Bertahan di Tengah Asap Saat Kepala Daerah Tak Tampak di Lapangan

FOTO:Ilustrasi

PARIMO,Sendernews-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus meluas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) seiring musim kemarau dan kekeringan yang kian ekstrem.

Di tengah situasi darurat tersebut, warga terdampak masih bertahan menghadapi asap dan ancaman api, sementara kehadiran langsung pimpinan daerah di lokasi bencana dinilai belum terlihat.

banner 970x250

Hingga awal Februari 2026, tercatat 20 kejadian Karhutla terjadi di berbagai wilayah Parigi Moutong. Kondisi terparah dilaporkan berada di wilayah Avulua, Kecamatan Parigi Utara, dilanda kebakaran lahan dan berpotensi meluas akibat cuaca panas serta keterbatasan sumber air.

Situasi ini menuai perhatian dan kritik dari elemen masyarakat sipil. Ketua Sangulara Sulawesi Tengah (Sulteng) , Riswan B. Ismail, menilai penanganan Karhutla tidak cukup hanya melalui laporan administratif, melainkan membutuhkan kehadiran nyata pimpinan daerah di tengah masyarakat terdampak.

“Saat masyarakat berjuang menghadapi asap, kekeringan, dan ancaman kebakaran, publik tentu berharap ada kehadiran langsung kepala daerah. Ini bukan semata soal simbol, tetapi bentuk tanggung jawab dan kepemimpinan di saat krisis,” ungkapnya saat dihubungi Senin (2/2)

Menurutnya, Karhutla di Parimo berpotensi berdampak luas, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan warga serta lahan pertanian. Karena itu, diperlukan langkah cepat, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.

Riswan juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan, termasuk patroli rutin di wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan sarana pemadam di tingkat kecamatan dan desa.

“Kepemimpinan diuji ketika bencana terjadi. Kehadiran di lapangan akan mempercepat pengambilan keputusan dan membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, ancaman Karhutla masih membayangi sejumlah wilayah di Parigi Moutong. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera meningkatkan respons lapangan guna mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *