PARIMO, Sendernews.id – Program pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih mulai disurvei di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi, ketersediaan lahan, serta kesiapan masyarakat dalam mengelola program ke depan.
Survei dilakukan oleh tim dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap sebagai tahapan awal untuk memastikan program berjalan optimal dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Koordinator Luhkan Parimo, Muhammadong, mengatakan survei difokuskan pada kesiapan lahan dan partisipasi masyarakat.
“Yang kita lihat itu kesiapan lahan dan masyarakat dalam mengelola kegiatan yang akan berjalan ke depan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah telah lebih dulu disurvei, yakni Pelawa Baru, Boyantongo, dan Sausu Tambu. Sementara itu, survei lanjutan dilakukan di wilayah utara Parimo, tepatnya di Desa Dusunan dan Karya Mandiri.
Program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan melalui penataan kawasan pesisir secara terpadu.
Program ini juga mencakup pembangunan dan perbaikan sarana-prasarana, seperti cold storage, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), serta penguatan ekonomi berbasis hasil laut.
Pemerintah menargetkan program ini mampu mendorong kemandirian nelayan dan menjadi bagian dari strategi pembangunan infrastruktur maritim yang terintegrasi, sekaligus mendukung swasembada sektor perikanan.
Parimo terdapat lima lokasi yang diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Pelawa Baru, Boyantongo, Sausu Tambu, Dusunan, dan Karya Mandiri.
Sementara itu, program serupa telah direalisasikan di Desa Bolano Tengah dengan anggaran sekitar Rp20 miliar, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan volume pekerjaan.
Di lokasi tersebut, sejumlah fasilitas telah disiapkan, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang beku portable, pabrik es portable, bengkel nelayan, kantor pengelola, hingga balai pertemuan nelayan.
Selain itu, juga dibangun infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, saluran drainase, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Dengan adanya program ini, kawasan pesisir di Parimo diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan.







