PALU, Sendernews.id — Palu, Sulawesi Tengah, resmi menjadi titik awal revolusi durian Indonesia. Dalam momentum kegiatan Berani Ekspor Raya Durian Sulteng Nambaso, branding nasional “Volcano Durian Indonesia” diluncurkan sebagai identitas baru yang diproyeksikan mengguncang pasar global dan mengangkat daya saing durian nusantara di kancah dunia.
Peluncuran ini merupakan langkah strategis hasil kolaborasi pemerintah bersama Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan sektor durian, khususnya di Sulawesi Tengah dan secara nasional.
Sekretaris Jenderal APDURIN, Aditya Pradewo, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri durian global.
Menurutnya, Sulawesi Tengah bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang ekspor durian Indonesia ke dunia.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang menjual durian, tetapi membangun identitas nasional. Indonesia memiliki ratusan varietas durian, dan itu adalah kekuatan. Namun di pasar global, kita membutuhkan satu identitas yang kuat,” ungkapnya Kamis (16/4).
Ia menjelaskan, konsep “Volcano Durian Indonesia” lahir dari keunggulan geografis Indonesia yang berada di cincin api dunia. Tanah vulkanik yang kaya mineral dinilai menjadi faktor utama yang menghasilkan cita rasa durian Indonesia yang lebih kuat, kompleks, dan alami.
“Ini bukan sekadar durian. Ini adalah durian yang lahir dari tanah vulkanik Indonesia, dari Ibu Pertiwi, disempurnakan oleh alam. Ini adalah identitas bangsa,” tegasnya.
Brand Volcano Durian Indonesia diharapkan menjadi wajah baru durian nasional di pasar internasional, sekaligus simbol kekuatan alam nusantara yang unik dan berdaya saing tinggi.
Ketua Kadin Kabupaten Parimo, Faradiba Zaenong, mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya pengelola packing house durian, untuk bersama-sama menggunakan dan menggaungkan identitas tersebut.
“Ini bukan hanya soal branding, tetapi tentang kebersamaan kita dalam membangun kekuatan durian Indonesia. Dengan satu identitas, kita akan lebih kuat, lebih dipercaya, dan lebih siap bersaing di pasar global,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan APDURIN yang dinilai konsisten dalam mendorong pertumbuhan sektor durian, baik di Sulawesi Tengah maupun secara nasional.
Peluncuran ini menjadi langkah awal gerakan nasional dalam menyatukan identitas durian Indonesia, meningkatkan nilai tambah ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama durian dunia.







