PARIMO,Sendernews.id– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) , Anwar Hafid, secara terbuka memuji Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, sebagai “pejuang durian” di hadapan menteri dalam sebuah kesempatan resmi.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan, mengingat peran Faradiba yang dinilai konsisten mendorong pengembangan komoditas durian sebagai unggulan daerah.“
“Beliau ini partner saya dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjadikan Sulteng sebagai raja durian dunia,” ujar Anwar Hafid.
Ia menegaskan, dedikasi Faradiba terhadap sektor durian tidak diragukan. Bahkan, menurutnya, hampir seluruh aktivitas Faradiba difokuskan pada komoditas tersebut.
“Beliau ini, Pak Menteri, setiap hari urus durian. Tidak ada yang lain beliau urus, hanya durian,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid juga mengungkapkan rencana besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperluas kerja sama internasional di sektor pertanian.Dalam waktu dekat, Pemprov Sulteng disebut akan menjalin kerja sama dengan pemerintah Provinsi Hainan dan Sichuan di Tiongkok, khususnya dalam pengembangan komoditas durian.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mendorong sektor pertanian berbasis komoditas unggulan agar mampu bersaing di pasar global.
Sekretaris Jenderal APDURIN, Aditya Pradewo, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri durian global.
Menurutnya, Sulawesi Tengah bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang ekspor durian Indonesia ke dunia.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang menjual durian, tetapi membangun identitas nasional. Indonesia memiliki ratusan varietas durian, dan itu adalah kekuatan. Namun di pasar global, kita membutuhkan satu identitas yang kuat,” ungkapnya Kamis (16/4).
Ia menjelaskan, konsep “Volcano Durian Indonesia” lahir dari keunggulan geografis Indonesia yang berada di cincin api dunia. Tanah vulkanik yang kaya mineral dinilai menjadi faktor utama yang menghasilkan cita rasa durian Indonesia yang lebih kuat, kompleks, dan alami.
“Ini bukan sekadar durian. Ini adalah durian yang lahir dari tanah vulkanik Indonesia, dari Ibu Pertiwi, disempurnakan oleh alam. Ini adalah identitas bangsa,” tegasnya.
Brand Volcano Durian Indonesia diharapkan menjadi wajah baru durian nasional di pasar internasional, sekaligus simbol kekuatan alam nusantara yang unik dan berdaya saing tinggi.







