Daerah  

Rujab Jarang Ditempati, Sangulara Usul Jadi Rumah Singgah Pasien

Sekretaris Sangulara Sulteng, Riswan B. Ismail

PARIMO, Sendernews.id-Sangulara Sulawesi Tengah (Sulteng) mengusulkan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Parigi Moutong (Parimo) dimanfaatkan sebagai rumah singgah bagi pasien dan keluarga yang menjalani pengobatan, menyusul kondisi bangunan tersebut yang dinilai jarang ditempati.

Usulan ini dinilai sebagai langkah optimalisasi aset daerah agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga dari wilayah utara Parimo yang harus datang ke pusat layanan kesehatan untuk berobat atau menjalani rujukan medis.

banner 970x250

Menurut Sangulara, selama ini banyak warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat tinggal sementara, terutama jika proses pengobatan berlangsung lama.

Kondisi tersebut dianggap memberatkan, terlebih bagi masyarakat kurang mampu yang harus menanggung biaya transportasi sekaligus kebutuhan hidup selama berada di lokasi pengobatan.

“Kalau Rujab dimanfaatkan sebagai rumah singgah, ini bisa sangat membantu. Warga tidak perlu lagi memikirkan biaya tempat tinggal selama berobat,” ungkap Sekretaris Sangulara Sulteng, Riswan B. Ismail, Ahad (19/4).

Ia menilai pemanfaatan Rujab menjadi lebih relevan karena bangunan tersebut hanya digunakan pada momen tertentu, seperti kunjungan resmi atau peringatan hari besar, sementara pada hari-hari biasa tidak difungsikan secara maksimal.

Padahal, secara aturan, rumah jabatan merupakan aset negara yang disediakan untuk menunjang tugas kepala daerah, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatannya dapat diperluas untuk kegiatan sosial sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku serta tetap menjaga fungsi utamanya.

Selain itu, Sangulara juga menyoroti biaya perawatan Rujab yang tetap berjalan meski jarang ditempati. Menurutnya, anggaran tersebut berasal dari uang rakyat sehingga penggunaannya harus memberi dampak nyata.

“Rujab itu ditempati atau tidak, tetap ada biaya perawatan dan itu uang rakyat. Kalau bupati kurang memanfaatkannya, lebih baik difungsikan untuk pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung penggunaan fasilitas daerah lainnya, seperti kendaraan dinas, yang dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Sangulara berharap seluruh aset yang dibiayai oleh daerah dapat digunakan secara optimal untuk pelayanan masyarakat.

“Jangan sampai fasilitas yang dibiayai uang rakyat justru lebih sering digunakan di luar daerah, sementara masyarakat belum merasakan manfaatnya secara maksimal,” tambahnya.

Sangulara berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan usulan tersebut agar Rujab tidak hanya menjadi simbol jabatan, tetapi benar-benar hadir sebagai fasilitas yang memberi manfaat bagi masyarakat Parimo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *