PARIMO, Sendernews.id– Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Teluk Tomini yang akan digelar pada 24–25 April 2026.
Kepala Disporapar Parimo, Enang Pandake, mengatakan bahwa festival tersebut mengusung konsep ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, dengan “gundukan durian” sebagai ikon utama kegiatan.
Menurut dia, sejumlah undangan telah disiapkan dan dibawa ke Palu untuk disampaikan kepada pihak provinsi hingga kementerian. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan kabupaten tetangga, termasuk Pasangkayu dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
“Persiapan terus kami matangkan, termasuk pemaparan kesiapan yang rencananya dilakukan pada Kamis di Polres,” ungkapnya saat ditemui Senin (20/4)
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dikemas dalam berbagai agenda, di antaranya Bhayangkara Trail Adventure (BTA), karnaval budaya, serta lomba foto yang melibatkan masyarakat dan komunitas.
Selain itu, terdapat agenda apel gabungan yang melibatkan BNPB dengan jadwal tentatif pukul 08.00 hingga 11.00 WITA, meski pelaksanaannya masih menunggu kepastian dari BPBD.
Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah penyajian “gundukan durian” dalam jumlah besar yang akan menjadi pusat perhatian pengunjung.
“Durian yang disiapkan cukup banyak, dan ini menjadi ikon utama yang akan menarik minat masyarakat,” jelasnya.
Rangkaian acara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada malam hari, diawali dengan persiapan sejak pukul 17.00 WITA dan penjemputan tamu undangan pada pukul 19.30 WITA.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengundang Gubernur Sulawesi Tengah serta perwakilan kementerian, namun kehadiran tamu undangan tersebut masih menunggu konfirmasi.
Festival ini juga akan diisi dengan penilaian kreasi gundukan durian oleh perwakilan kecamatan. Hingga saat ini, tercatat tujuh kecamatan telah mendaftar sebagai peserta.
Dalam penilaian tersebut, komposisi utama didominasi durian sebesar 70 persen, sementara 30 persen lainnya dapat diisi dengan buah-buahan lokal dari masing-masing kecamatan.
Ia menegaskan, penggunaan durian lokal menjadi prioritas sebagai upaya mempromosikan produk unggulan daerah, tanpa membatasi jenis tertentu.
Melalui FTT ini, pemerintah daerah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya lokal di Kabupaten Parimo.







