Faradiba Tegaskan Sulteng Kuasai Pasar Tiongkok, Siap Dominasi Ekspor Durian Dunia

Gubernur Sulteng, didampingi Anggota DPR RI dan Ketua Kadin Parimo, melepas ekspor durian ke Tiongkok

PALU,Sendernews.id— Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menegaskan bahwa Sulawesi Tengah telah memiliki posisi kuat di pasar ekspor durian, khususnya di Tiongkok, dan kini siap melangkah lebih jauh untuk mendominasi pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pelepasan ekspor 27 ton durian beku oleh PT Amerta Nadi Agro Cemerlang. Menurut Faradiba, kegiatan itu bukanlah awal, melainkan simbol penguatan dari ekosistem ekspor yang telah berjalan.

banner 970x250

Ia mengungkapkan, durian asal Sulawesi Tengah saat ini telah beredar di pasar Tiongkok dengan volume mencapai sekitar 4.000 ton. Hal itu menjadi indikator bahwa produk daerah tersebut telah diterima dan diakui di pasar internasional.

Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak serta terbentuknya ekosistem ekspor yang melibatkan sejumlah perusahaan di beberapa wilayah.

Di Kabupaten Parigi Moutong terdapat PT Silvia Amerta Jaya, PT Sentra Pangan Sejahtera, dan PT Herofruit Sumber Sukses. Sementara di Kota Palu terdapat PT Duco Food Indonesia, PT Gajah Agro Indonesia, serta PT Segar Jaya Mandiri. Adapun di Kabupaten Sigi, kegiatan ekspor turut diperkuat oleh PT Amerta Nadi Agro Cemerlang.

Ia menilai, keterlibatan berbagai perusahaan tersebut menunjukkan adanya gerakan kolektif yang memperkuat posisi Sulawesi Tengah dalam rantai perdagangan durian global. Oleh karena itu, momentum ekspor saat ini harus dimanfaatkan sebagai langkah konsolidasi untuk memperbesar skala ekspor.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, Badan Karantina, pemerintah kabupaten, asosiasi seperti Asosiasi Petani Durian Indonesia (Apdurin), hingga KADIN dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong keberlanjutan ekspor.

Ke depan, ia menyebut target ekspor tidak lagi terbatas pada puluhan ton, tetapi meningkat ke ratusan hingga ribuan ton secara konsisten. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak lebih agresif dalam memanfaatkan peluang pasar global.

“Sulawesi Tengah sudah berada di dalam pasar dunia. Saatnya kita memperbesar, memperkuat, dan menguasai pasar internasional,” tegasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *