Daerah  

Mobil Operasional KADIN Jadi Bola Panas Jelang Musprov

Foto:Ilustrasi

PALU, Sendernews.id – Dugaan penyalahgunaan fasilitas organisasi mencuat di tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah. Satu unit mobil operasional jenis Toyota Calya yang disebut merupakan pemberian mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Arsjad Rasjid, diduga tidak pernah digunakan untuk kepentingan organisasi.

Mobil berwarna silver itu disebut diserahkan secara simbolis pada tahun 2021, tak lama setelah Arsjad Rasjid terpilih sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia. Penyerahan kendaraan dilakukan di salah satu kafe di wilayah Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan pusat terhadap aktivitas kelembagaan KADIN Sulteng.

banner 970x250

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, mobil tersebut diduga tidak pernah berada dalam penguasaan sekretariat KADIN Sulawesi Tengah maupun digunakan untuk operasional organisasi. Kendaraan itu justru dikabarkan dikuasai oleh orang dekat Ketua KADIN Sulteng, Nur Rahmatu.

Salah satu pengurus KADIN Sulteng yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut kendaraan tersebut lebih sering terlihat digunakan untuk kepentingan pribadi dibanding aktivitas organisasi.

“Mobil itu tidak pernah ada di sekretariat. Yang kami tahu, lebih sering dipakai pribadi oleh kerabat dekat,” ujar sumber tersebut.

Menanggapi tudingan itu, Nur Rahmatu membantah keras adanya penyalahgunaan fasilitas organisasi. Ia menyebut isu tersebut tidak berdasar.

“Tidak ada itu. Tidak benar,” kata Nur Rahmatu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (17/5).

Ia bahkan membantah adanya mobil operasional KADIN sebagaimana informasi yang beredar.
“Siapa yang bilang ada mobil? Tidak pernah ada penyerahan ke KADIN. Di mana? Dari siapa?” ucapnya.

Nur menilai, isu tersebut sengaja digulirkan untuk membangun opini negatif terhadap kepemimpinannya menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Sulteng.

“Saat ini macam-macam orang bilang. Ada yang bilang pakai uang organisasilah, dan macam-macam,” katanya.

Meski demikian, Nur mengaku tidak ingin terlalu jauh menanggapi isu di luar agenda organisasi. Ia lebih memilih fokus pada persiapan Musprov serta konsolidasi internal KADIN kabupaten dan kota.

“Saya lebih cenderung kalau ditanya bagaimana persiapan Musprov, bagaimana kehadiran kepesertaan, bagaimana tentang konsolidasi kabupaten/kota. Karena itu bagian dari kerja-kerja organisasi,” tuturnya.

Menurutnya, isu-isu negatif kerap muncul setiap menjelang kontestasi organisasi. Bahkan, kata dia, semakin banyak sorotan justru menandakan KADIN semakin dikenal publik.

“Dengan adanya cerita, semakin orang kenal bahwa KADIN itu ada. Ini adalah bagian dari kampanye buat KADIN,” bebernya.

Nur menegaskan, ramainya isu yang beredar saat ini justru menjadi bukti bahwa keberadaan KADIN Sulawesi Tengah tetap diperhitungkan.

“Setingan ini membuktikan bahwa KADIN Sulteng ada,” tegasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *