Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dorong Inovasi Pangan Lewat Lomba B2SA

Kadis Ketahanan Pangan, Sofiana

PARIMO, Sendernews.id – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus mendorong pemanfaatan pangan lokal dan pola konsumsi sehat melalui kegiatan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar bekerja sama dengan SPPG.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memasyarakatkan keragaman pangan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Parimo.

banner 970x250

“Kegiatan ini merupakan inovasi dan kreativitas dari Dinas Ketahanan Pangan bersama mitra kerja untuk bagaimana masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang beragam dan bergizi,” ungkapnya Rabu (20/5)

Ia menjelaskan, dari 23 kecamatan di Parimo, sebanyak 15 kecamatan hadir mengikuti kegiatan yang melibatkan Tim Penggerak PKK Kecamatan. Sementara delapan kecamatan lainnya belum sempat berpartisipasi.

Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi seluruh peserta yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dirinya mengakui kegiatan itu terlaksana meski belum memiliki alokasi anggaran khusus dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Namun melalui kolaborasi berbagai pihak, kegiatan tetap dapat berjalan dengan baik dan dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga agenda utama yang digelar pemerintah kabupaten, termasuk gerakan pangan murah yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Selain itu, lomba menu B2SA juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Penilaian lomba diharapkan berjalan objektif sehingga dapat memacu kreativitas peserta dalam menciptakan menu pangan lokal yang menarik dan bernilai gizi tinggi.

“Inovasi dari Tim Penggerak PKK Kecamatan sangat luar biasa karena mampu menciptakan menu makanan dengan kreativitas yang memiliki daya tarik,” ungkapnya.

Sofiana menambahkan, saat ini terdapat 22 program yang berjalan di Kabupaten Parigi Moutong. Dari jumlah tersebut, 18 program telah berjalan aktif, tiga lainnya masih dalam proses, dan sisanya segera direalisasikan.

Program-program itu disebut menjadi bagian dari inovasi Dinas Ketahanan Pangan dalam membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Namun demikian, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan keterbatasan bahan baku seperti telur dan daging ayam yang mulai terbatas di wilayah Parimo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan bantuan bibit rica, terong, dan tomat yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pemerintah kecamatan untuk diberdayakan melalui kelompok tani di desa dan dusun.

“Kami berharap bibit yang disiapkan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat agar ketahanan pangan di desa semakin kuat,” pungkasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *