PARIMO, Sendernews.id – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali beroperasi secara masif.
Kegiatan ilegal yang menggunakan alat berat tersebut kembali marak meski sebelumnya telah ditertibkan oleh aparat penegak hukum.
Sekretaris Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan (Satgas PHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parimo, Muhammad Idrus, membenarkan adanya laporan terkait aktivitas tambang ilegal yang kembali berlangsung di wilayah tersebut.
Menurut Idrus, saat ini terdapat dua titik PETI yang menjadi perhatian Satgas PHL di Kecamatan Ampibabo, yakni di Desa Alo’o dan Desa Tombi.
“Jadi memang sekarang ini pasca penertiban yang dilakukan kepolisian, di Tombi saat ini ada lagi yang berkegiatan,” ungkap Idrus saat dikonfirmasi, Jumat (12/6).
Informasi yang dihimpun menyebutkan aktivitas pengerukan emas secara ilegal di Desa Tombi kini melibatkan sejumlah alat berat. Satgas PHL juga mengaku telah menerima laporan rinci mengenai jumlah alat berat yang beroperasi serta pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal aktivitas tersebut.
Berdasarkan keterangan sumber yang dapat dipercaya, salah satu pemodal PETI di Desa Tombi diduga merupakan warga asal Sulawesi Selatan berinisial ID.
Terduga diketahui merupakan mantan anggota DPRD di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan saat ini disebut menetap di salah satu desa di Kecamatan Ampibabo.
Meski demikian, Satgas PHL belum membuka identitas resmi para terduga pemodal dengan alasan kepentingan penanganan dan pendalaman informasi lebih lanjut.
Selain persoalan perizinan, aktivitas pertambangan ilegal di Desa Tombi juga diduga telah melanggar tata ruang kehutanan. Idrus mengungkapkan, lokasi pengerukan emas tidak hanya berada di Area Penggunaan Lain (APL), tetapi juga terindikasi telah merambah kawasan hutan produksi.
Menyikapi dugaan pelanggaran tersebut, Satgas PHL Parimo telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk penanganan yang masuk wilayah hutan produksi, Satgas PHL telah berkoordinasi dengan pihak Gakkum Kehutanan,” pungkasnya.







