PARIMO,Sendernews.id-Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dinilai mengalami krisis kepemimpinan sementara setelah Bupati dan Wakil Bupati disebut berada di luar daerah secara bersamaan untuk menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, di saat wilayah tersebut masih berstatus tanggap darurat bencana.
Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyayangkan kondisi tersebut karena dinilai berpotensi menyebabkan kekosongan kendali pemerintahan di tengah situasi darurat pascagempa bumi berkekuatan M 6,7 yang masih berdampak di sejumlah wilayah.
“Situasi di Parimo saat ini tidak hanya dipicu oleh dampak gempa, tetapi juga diperparah oleh bencana banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda beberapa desa. Kondisi ini membuat daerah berada dalam status penanganan bencana berlapis (multi-hazard),” ungkapnya Minggu (21/6).
Ia menilai, keberadaan kepala daerah sangat penting dalam kondisi seperti ini untuk memastikan seluruh perangkat daerah dapat bergerak cepat, terutama dalam pengambilan keputusan penggunaan anggaran tak terduga (BTT), evakuasi warga, dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.
Ia juga menyoroti potensi terganggunya koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) apabila kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak berada di tempat secara bersamaan. Hal ini dinilai dapat memperlambat respons dinas teknis seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan di lapangan.
DPRD menegaskan bahwa dalam situasi tanggap darurat, prioritas utama pemerintah daerah adalah keselamatan masyarakat, khususnya warga yang masih berada di posko pengungsian akibat bencana gempa dan banjir.
Selain itu, DPRD menilai agenda nasional seperti PENAS dapat diwakilkan oleh perangkat daerah teknis, sehingga tidak mengganggu penanganan darurat di daerah yang sedang mengalami situasi kritis.
Sehubungan dengan itu, DPRD Parimo meminta agar salah satu pimpinan daerah, baik bupati maupun wakil bupati, segera kembali ke daerah untuk memimpin langsung proses mitigasi dan penanganan bencana yang masih berlangsung.






