PARIMO, Sendernews.id – Sejumlah warga Kelurahan Bantaya, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, turun tangan menambal jalan berlubang secara swadaya di Jalan Agus Salim, kawasan tengah Kota Parigi, Selasa (18/8).
Aksi tersebut dilakukan karena warga menilai kerusakan jalan di sejumlah titik sudah cukup membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Sejumlah lubang dengan diameter dan kedalaman bervariasi terlihat di ruas jalan tersebut. Bahkan, beberapa lubang dinilai cukup dalam dan berpotensi menyebabkan kecelakaan apabila tidak segera ditangani.
Seorang warga yang ikut melakukan penambalan mengatakan, perbaikan dilakukan secara sukarela karena warga khawatir kondisi jalan semakin rusak dan membahayakan pengendara.
“Kami ikhlas menambal jalan ini. Sudah beberapa titik yang berulang dan cukup dalam,” ungkapnya.
Menurutnya, kerusakan terjadi di beberapa titik. Saat hujan, lubang yang tertutup genangan air juga sulit terlihat oleh pengendara sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kalau tidak segera ditambal, lubangnya akan semakin dalam. Apalagi kalau hujan, lubang tertutup genangan sehingga pengendara sering tidak menyadari ada lubang,” katanya.
Ia menyebut, kecelakaan lalu lintas disebut telah beberapa kali terjadi di sekitar lokasi akibat kondisi jalan yang rusak.
“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di sini. Jangan sampai justru terjadi kecelakaan lebih parah disebabkan jalan berlubang semakin dalam,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara permanen, bukan hanya mengandalkan penanganan sementara yang dilakukan masyarakat.
Menurutnya, aksi warga merupakan bentuk kepedulian untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Namun, kondisi tersebut tidak bisa terus ditangani secara swadaya.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi jalan ini. Kami menambal sebisanya karena tidak ingin ada korban lagi. Tetapi ini tentu tidak bisa terus dilakukan warga,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah menjadikan kondisi jalan di kawasan dalam kota sebagai perhatian, mengingat ruas tersebut menjadi akses yang setiap hari dilalui masyarakat.
“Jangan menunggu ada korban baru diperbaiki. Kalau bisa segera ditangani, supaya pengendara aman dan jalan juga tidak semakin rusak,” pungkasnya.






