PARIMO, Sendernews.id– Penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, belum menunjukkan tanda berakhir.
Plt Kalak BPBD Parimo, Rivai mengatakan, tim teknis merekomendasikan perpanjangan status siaga darurat kekeringan dan karhutla karena kebutuhan air bersih serta potensi kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Rekomendasi tersebut muncul dalam rapat evaluasi penanganan kekeringan dan karhutla yang digelar BPBD Parimo bersama sejumlah unsur terkait, Rabu (23/9).
Tercatat, hingga 22 Sepetember, sekitar 96 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah desa terdampak. Kebutuhan air masih ditemukan, terutama di wilayah utara Parimo.
Dampak kekeringan juga meluas ke sektor pertanian dan perkebunan. Tercatat 2.348 hektare lahan terdampak, dengan wilayah terluas berada di Kecamatan Bolano, Bolano Lambunu dan Moutong.
Ancaman kebakaran juga masih menjadi perhatian. Dari 28 desa di tujuh kecamatan yang terdampak kejadian karhutla, luas lahan terdampak tercatat 1.125 hektare. Namun, luasan lahan yang benar-benar terbakar tercatat 6,75 hektare.
“Dalam evaluasi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Sis Al Jufri Palu mengingatkan kondisi cuaca global dan regional masih belum mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Sulteng,” jelasnya.
Kondisi bahan bakar permukaan seperti rumput, daun dan ranting kering juga masih rawan terbakar. Indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dan Fire Weather Index (FWI) menunjukkan tingkat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran masih mencakup seluruh kabupaten dan kota di Sulteng.
Kondisi tersebut membuat penanganan kekeringan dan karhutla dinilai belum dapat dihentikan. Selain distribusi air bersih, pemantauan wilayah serta kesiapsiagaan personel dan peralatan masih diperlukan.
Tim Teknis kemudian merekomendasikan agar status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla Parimo diperpanjang. Perpanjangan tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat.
“Khususnya air bersih, tetap terpenuhi sekaligus menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama kondisi darurat masih berlangsung,” pungkasnya.







