KENDARI, Sendernews.id— Parigi Moutong (Parimo) pulang tanpa penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 yang digelar di Hotel Claro Kendari, Jumat (29/5).
Bupati Parimo, H. Erwin Burase, hanya bisa menyaksikan dari kursi undangan saat sejumlah daerah di Sulawesi menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kompas.
Dilansir dari rilis Kominfo Parimo, Kabupaten Parimo tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan, baik pada kategori penurunan tingkat pengangguran, creative financing, maupun pengendalian inflasi.
Padahal, ajang tersebut memberikan apresiasi kepada daerah yang dinilai berhasil menghadirkan program terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil penilaian, untuk kategori kabupaten di regional Sulawesi, penghargaan Terbaik I diraih Kabupaten Kolaka, disusul Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Kolaka Utara di posisi Terbaik III.
Sementara itu, kategori kota diraih Kota Baubau, Kota Kendari, dan Kota Parepare. Adapun pada tingkat provinsi, penghargaan jatuh kepada Provinsi Sulawesi Barat.
Penilaian dilakukan secara objektif menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk indikator pengangguran, kemiskinan, stunting, hingga inflasi.
Meski belum masuk dalam tiga kategori penghargaan tersebut, Pemda Parimo sebelumnya Di era Samsurizal Badrun (Sabar) pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada 2018, Pemkab Parimo berhasil meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menyebut sistem penilaian kini berbasis regional guna menciptakan persaingan yang lebih adil.
“Kalau nasional, biasanya yang unggul daerah besar. Maka kita ubah berbasis regional,” ujarnya.
Menanggapi hasil tersebut, Bupati Parimo Erwin Burase mengaku kehadirannya menjadi bagian dari upaya evaluasi dan pembelajaran.
“Kami datang untuk melihat langsung capaian daerah lain dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bagi Parigi Moutong,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkab Parimo akan terus berbenah, terutama dalam program penurunan angka pengangguran agar ke depan bisa bersaing dan meraih hasil lebih baik.
“Kami akan terus mendorong inovasi dan perbaikan program agar ke depan bisa ikut bersaing,” tambahnya.
Diketahui, ajang ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi pemicu bagi daerah untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.







