PARIMO, Sendernews.id – Dugaan keterlibatan oknum internal Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan (PHL) mewarnai gagalnya operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Razia yang digelar selama dua hari itu berakhir tanpa menemukan aktivitas tambang maupun alat berat di lokasi.
Operasi penertiban yang dilaksanakan pada Rabu-Kamis (10-11 Juni 2026) tersebut tidak membuahkan hasil. Saat tim gabungan tiba di lokasi, aktivitas pertambangan yang sebelumnya dilaporkan beroperasi sudah tidak ditemukan.
Sumber yang enggan disebutkan identitasnya menduga kebocoran informasi operasi berasal dari internal Satgas PHL. Seorang oknum satgas berinisial MI disebut-sebut membocorkan rencana operasi sebelum pelaksanaan.
Menurut sumber tersebut, oknum yang dimaksud diduga sempat berkomunikasi dengan seseorang yang disebut sebagai pemodal tambang di Karya Mandiri menjelang razia digelar.
“Bagaimana tidak bocor razia kalau tim satgas yang bayarkan penginapannya bos tambang,” ujar sumber tersebut.
Akibat dugaan kebocoran informasi itu, aktivitas pertambangan diduga telah dihentikan sebelum tim gabungan melakukan penindakan. Alat berat yang sebelumnya disebut beroperasi di kawasan tersebut juga tidak lagi ditemukan di lokasi.
Menanggapi tudingan tersebut, MI membantah keras adanya keterlibatan anggota Satgas PHL dalam kebocoran informasi operasi.
“Kalau dari satgas saya anggap clear. Tidak ada teman-teman satgas yang membocorkan informasi itu,” tegasnya saat dikonfirmasi Senin (15/6).
Ia menjelaskan, operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Polres Parigi Moutong, TNI, hingga aparat kepolisian setempat. Menurutnya, pergerakan tim yang cukup besar memungkinkan keberadaan mereka diketahui masyarakat sebelum operasi dilakukan.
“Kami tiba malam di penginapan, lalu operasi siang pukul 14.00 WITA. Personel juga menginap di sekitar Polsek Kotaraya, mungkin ada yang melihat keramaian dan menebak akan ada operasi,” ujarnya.
MI juga membantah tudingan bahwa penginapan tim satgas difasilitasi oleh pemodal tambang.
“Penginapan kami bayar sendiri. Bisa dikonfirmasi ke pemilik karena kami meminta nota pembayaran,” katanya.
Meski operasi berakhir tanpa temuan, Satgas PHL tetap melakukan langkah penertiban dengan memasang banner larangan aktivitas pertambangan ilegal di dua titik lokasi.
Ke depan, Satgas PHL berencana mengubah strategi operasi guna mencegah kebocoran informasi serupa. Informasi target operasi akan dibatasi hanya kepada personel inti.
“Kami akan ubah strategi. Lokasi tidak disampaikan ke semua personel saat rapat,” ujarnya.
Ia menegaskan upaya penertiban PETI di Kabupaten Parigi Moutong akan terus dilakukan meski strategi operasi ke depan diperketat.
“Penertiban tetap berjalan, tapi strategi kami evaluasi agar operasi berikutnya berhasil,” pungkasnya.






