Daerah  

Pemda Parimo Dorong Riset Pertanian untuk Atasi Masalah Produktivitas dan Durian

Pemda Parimo kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad)

PARIMO, Sendernews.id— Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), mendorong penguatan riset di sektor pertanian sebagai upaya mengatasi rendahnya produktivitas lahan dan persoalan penyakit bangkalan yang menyerang tanaman durian.

Langkah itu ditempuh melalui kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) untuk mendukung percepatan swasembada pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan.

banner 970x250

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Bupati Parimo Erwin Burase bersama Tim Percepatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Fakultas Pertanian Untad di ruang kerja bupati, Kamis (23/7).

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengatakan salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian serius adalah penyakit bangkalan pada tanaman durian yang hingga kini belum diketahui penyebab utamanya secara ilmiah.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan harus bersifat berkelanjutan agar mampu menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di lapangan dan membantu petani mengatasi persoalan tersebut.

Selain penyakit durian, pemerintah daerah juga menyoroti masih rendahnya produktivitas pertanian di sejumlah wilayah. Karena itu, riset dinilai penting untuk mendukung penerapan teknologi budidaya sekaligus memperkuat pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti durian, kakao, dan kelapa agar memiliki nilai tambah.

Pemkab Parigi Moutong juga membuka peluang kerja sama dengan Universitas Tadulako dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat penelitian serta memperoleh dukungan pendanaan bagi pengembangan sektor pertanian.

Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Untad, Prof. Dr. Ir. Abd. Hadid, M.Si., mengatakan pihaknya memiliki sumber daya akademik yang siap mendukung penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Parigi Moutong.

Ia menjelaskan, Fakultas Pertanian Untad saat ini menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama tiga tahun di sejumlah kabupaten, termasuk Parigi Moutong, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

“Kampus harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui keahlian yang dimiliki para dosen. Karena itu kami mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra,” ujar Abd. Hadid.

Sementara itu, dosen Fakultas Pertanian Untad, Abdul Rahim, menyatakan timnya siap mendukung berbagai program pemerintah daerah, mulai dari pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian, pengolahan durian, hingga pendampingan sertifikasi produk ekspor.

Bupati Parimo. Erwin Burase menyambut baik kerja sama tersebut.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi segera diwujudkan dalam program nyata yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi petani, serta mendorong hilirisasi komoditas unggulan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *