FUZHOU, Sendernews.id – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) membidik Pasar Induk Buah Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, sebagai tujuan ekspor baru bagi durian dan manggis asal Sulawesi Tengah. Langkah tersebut mulai diwujudkan melalui pertemuan strategis Ketua KADIN Parimo Faradiba Zaenong dengan jajaran Fuzhou Fruit Industry Chamber of Commerce, Rabu (29/7).
Pertemuan itu difokuskan pada penjajakan peluang kerja sama perdagangan hortikultura sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan Sulawesi Tengah di salah satu pusat distribusi buah terbesar di Tiongkok.
Faradiba Zaenong mengatakan, pembahasan utama diarahkan pada peluang pemasaran durian segar asal Sulawesi Tengah. Saat ini Indonesia baru mengekspor durian ke Tiongkok dalam bentuk beku (frozen), sedangkan pasar Fuzhou memiliki permintaan yang tinggi terhadap durian segar.
“Apabila protokol ekspor durian segar Indonesia ke Tiongkok telah dibuka, kami berharap durian asal Sulawesi Tengah dapat dipasarkan langsung di Pasar Induk Buah Fuzhou. Ini akan menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha,” ujarnya.
Selain durian, kedua belah pihak juga membahas peluang pemasaran manggis asal Sulawesi Tengah. Meski manggis Indonesia telah memiliki akses ke pasar Tiongkok, produk dari Sulteng hingga kini belum masuk dalam jaringan distribusi di Pasar Induk Buah Fuzhou.
Untuk mendukung rencana tersebut, pertemuan turut membahas berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari standar mutu, sistem pengemasan, mekanisme distribusi, jalur logistik yang efisien, hingga standar operasional yang berlaku di pusat perdagangan buah tersebut.
Menurut dia, pertemuan itu memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan pasar Fuzhou sehingga menjadi dasar dalam mempersiapkan komoditas hortikultura Sulawesi Tengah agar memenuhi standar ekspor.
“Hasil pertemuan ini akan menjadi pijakan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Sulawesi Tengah siap menjadi salah satu pemasok buah berkualitas ke pasar Tiongkok,” katanya.
KADIN Parimo berharap komunikasi yang terus dibangun dengan Fuzhou Fruit Industry Chamber of Commerce dapat memperkuat hubungan perdagangan hortikultura Indonesia–Tiongkok sekaligus membuka jalan bagi durian dan manggis Sulawesi Tengah menembus pasar internasional secara lebih luas.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura daerah, memperluas akses pasar ekspor, serta mendorong kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Sulteng.






