PARIMO, Sendernews – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso mengintensifkan pengawasan terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Dari nama-nama yang masuk dalam pemantauan dan telah menjalani tes urine pada 21–24 Juli 2026, sebagian dinyatakan positif mengandung zat methamphetamine (meth) dan amphetamine (amph).
Kepala BNN Kabupaten Poso, AKBP Pradiptya Mahayana, mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama ASN yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan urine dilakukan sebagai bagian dari langkah deteksi dini sekaligus tindak lanjut pengawasan.
“Ada beberapa nama ASN yang memang sedang dalam pemantauan. Dan beberapa sudah dilakukan tes urine,” ungkap Senin (3/8)
Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak seluruh ASN yang dipantau terbukti positif. Sejumlah nama lainnya justru dinyatakan negatif saat menjalani tes urine.
“Dari beberapa nama yang kami pegang, ada juga yang negatif ketika dilakukan tes urine pada Juli kemarin,” ujarnya.
Pradiptya belum bersedia mengungkap identitas maupun jabatan ASN yang masuk dalam daftar pemantauan. Menurutnya, informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penanganan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu wilayah operasional BNN Kabupaten Poso dalam pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.
BNN berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui pelaksanaan tes urine dapat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan birokrasi.
“Semoga dengan adanya kerja sama ini bisa menjadikan ASN di Parimo bebas narkoba,” harap Pradiptya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar tes urine terhadap ratusan peserta yang terdiri atas ASN, anggota DPRD, hingga pelajar tingkat SLTA. Hasil pemeriksaan menemukan 31 orang positif mengandung methamphetamine (meth), amphetamine (amph), dan benzodiazepine (benzo).
Dari total tersebut, 12 orang positif meth, tujuh orang positif meth dan amph, tiga pelajar positif meth dan amph, serta sembilan orang positif benzo.
BNN memastikan satu anggota DPRD yang terdeteksi positif benzo mengonsumsi obat berdasarkan resep dokter untuk pengobatan penyakit tertentu. Sementara mayoritas peserta yang positif benzo merupakan perempuan.






