5.533 Hektare Sawah Balinggi Menanti Kepastian Air

Areal sawah di daerah Balinggi alami kekeringan

PARIMO,Sendernews.id– Sebanyak 5.533 hektare lahan sawah di Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kini menanti kepastian ketersediaan air untuk menentukan kembali jadwal tanam.

Penurunan debit air di Bendungan Sausu yang menjadi salah satu sumber utama pengairan pertanian membuat jadwal tanam yang sebelumnya telah disusun petani harus mengalami perubahan.

banner 970x250

Camat Balinggi Hasanuddin mengatakan, waktu penanaman belum dapat ditentukan karena kondisi air masih menjadi pertimbangan utama.

“Jadwal tanam sebenarnya sudah ada. Namun, karena adanya penurunan debit air di Bendungan Sausu, jadwal tanam mengalami perubahan,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (9/9).

Menurutnya, petani masih menunggu peningkatan debit air bendungan dan curah hujan sebelum kembali menetapkan waktu tanam.

“Belum ditentukan kapan. Nanti melihat kalau debit air sudah mulai naik dan curah hujan sudah ada, perencanaan akan kembali dilakukan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kelompok tani nantinya akan kembali membahas jadwal penanaman setelah kondisi ketersediaan air dinilai cukup untuk mendukung kegiatan pertanian.

Penurunan debit air tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi siklus tanam di wilayah Balinggi yang memiliki areal persawahan cukup luas.

Jika kondisi kekurangan air berlanjut, produktivitas pertanian berpotensi ikut terdampak dan berimbas pada perekonomian masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemantauan terhadap kondisi debit air dan curah hujan terus dilakukan sebagai dasar penentuan jadwal tanam berikutnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *