Daerah  

Empat Kecamatan di Parimo Dilanda Karhutla, 42,5 Hektare Terbakar

Kebakaran hutan di empat Kecamatan

PARIMO, Sendernews.id— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda empat kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dalam waktu bersamaan pada Jumat (30/10).

Total luas lahan yang terbakar di tiga lokasi mencapai sekitar 42,5 hektare, sementara satu lokasi lainnya masih dalam pendataan.

banner 970x250

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, Rivai, mengatakan kebakaran tersebut terjadi di Kecamatan Tinombo, Bolano Lambunu, Taopa, dan Ongka Malino.

“Empat lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran masing-masing berada di Desa Dusunan, Gunung Sari, Tuladenggi Sibatang, dan Kayujati,” ungkapnya Sabtu (31/10).

Berdasarkan data sementara BPBD, kebakaran di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, menghanguskan sekitar 30 hektare lahan. Di Desa Tuladenggi Sibatang, Kecamatan Taopa, luas area terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare.

Sementara itu, kebakaran di Dusun IV Desa Dusunan, Kecamatan Tinombo, menghanguskan sekitar 0,5 hektare. Adapun luas lahan terbakar di Desa Kayujati, Kecamatan Ongka Malino, masih dalam proses pendataan.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, kebakaran di Desa Dusunan diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga.

“Untuk penyebab kebakaran di tiga lokasi lainnya belum dapat dipastikan,” jelasnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama sejumlah unsur terkait, di antaranya BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah, TNI Yon TP 917/MM, Polri, Damkar dan Satpol PP, PMI, aparat kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Dari empat titik kebakaran, api di Desa Dusunan telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran di Desa Gunung Sari, Kayujati, dan Tuladenggi Sibatang masih berlangsung berdasarkan laporan yang diterima BPBD.

BPBD terus berkoordinasi dengan seluruh unsur penanganan untuk melakukan pemantauan dan pemadaman, sekaligus mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Ia menyebutkan, ketersediaan peralatan pemadam menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama ketika kebakaran terjadi di beberapa wilayah secara bersamaan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kondisi cuaca kering dapat membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan sehingga berpotensi memperluas dampak kebakaran,” pungkasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *