Daerah  

Ekskavator Diduga Milik NW Masih Beroperasi di PETI Nasalane, Laporan ke BK DPRD Kian Menguat

Tiga Eksavator milik NW tengah beroperasi

PARIMO, Sendernews.id– Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, kembali memunculkan fakta baru.

Hingga Sabtu (27/6), sejumlah alat berat yang diduga milik NW dilaporkan masih beroperasi di lokasi tambang ilegal di kawasan Pegunungan Nasalane.

banner 970x250

Sedikitnya tiga unit ekskavator, terdiri atas dua unit berwarna biru dan satu unit berwarna kuning, serta satu talang jumbo yang disebut-sebut milik NW, masih digunakan untuk mengeruk material yang diduga mengandung emas secara masif.

“Itu alatnya NW di lokasi Nasalane sampai sekarang masih beroperasi. Ada tiga ekskavator dan satu talang jumbo,” ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

NW diketahui merupakan sosok yang disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Selpina.

Dugaan hubungan tersebut kemudian menyeret nama anggota Komisi IV DPRD Parimo itu ke dalam pusaran dugaan keterkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal.

Persoalan tersebut telah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Parimo atas dugaan pelanggaran kode etik dan hingga kini proses penanganannya masih berlangsung.

Pendiri Rumah Hukum Tadulako, Hartono, menilai informasi terbaru mengenai dugaan masih beroperasinya alat berat milik NW semakin memperkuat laporan yang sebelumnya telah diajukannya ke BK DPRD.

Menurut Hartono, laporan terhadap Selpina diajukan atas dugaan pelanggaran kode etik yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan atau relasi dengan aktivitas PETI di Kecamatan Moutong melalui sosok NW yang disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan politisi Partai Hanura tersebut.

Hartono juga menilai temuan terbaru itu sejalan dengan pengakuan Kepala Puskesmas Lambunu dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, Kepala Puskesmas mengaku sempat meminjam dana operasional ambulans kepada seorang pengusaha tambang, sembari mengarahkan pandangannya ke arah Selpina dan menyampaikan ucapan terima kasih.

“Apa yang telah saya laporkan ke BK terkait dugaan pelanggaran etik atas dugaan keterlibatan, keterkaitan, atau relasi di balik aktivitas tambang ilegal yang diduga melibatkan salah satu anggota DPRD, kini semakin diperkuat dengan informasi terbaru bahwa NW masih menjadi pelaku aktif dalam tambang ilegal. Ini juga relevan dengan pengakuan Kepala Puskesmas Lambunu dalam rapat tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *