PARIMO, Sendernews.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase, menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan kajian teknis menyusul abrasi pantai yang mengancam permukiman warga di Desa Palasa, Kecamatan Palasa.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi abrasi di Dusun I, Desa Palasa, Sabtu (25/7).
Dalam kunjungan itu, ia didampingi Plt. Kepala Dinas PUPRP Parigi Moutong, Moh. Aflianto Hamzah, dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung dampak abrasi yang terus menggerus garis pantai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekaligus mengancam infrastruktur di kawasan pesisir.
Dari hasil pemantauan, sebagian wilayah memang telah dilengkapi tanggul penahan abrasi. Namun, ketinggian tanggul yang ada tidak lagi mampu menahan gelombang pasang dan ombak besar, sehingga air laut masih meluap hingga memasuki kawasan permukiman.
Tidak hanya itu, sekitar 250 meter garis pantai di sisi selatan lokasi hingga kini belum memiliki tanggul pelindung. Akibatnya, kawasan tersebut menjadi titik yang paling rentan terhadap pengikisan pantai.
Ia menegaskan, hasil kajian teknis nantinya akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kita akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan kajian teknis. Penanganan jangka pendek maupun jangka panjang harus segera disiapkan, termasuk penambahan ketinggian tanggul yang sudah ada serta pembangunan tanggul abrasi di lokasi yang hingga kini belum memiliki perlindungan,” ujarnya.
Ia juga meminta agar usulan penanganan abrasi segera diajukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Pusat. Menurutnya, penanganan abrasi memerlukan dukungan anggaran yang besar sehingga membutuhkan sinergi lintas pemerintahan.
Pemerintah Parimo berkomitmen mempercepat upaya penanganan abrasi guna melindungi masyarakat pesisir serta mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih luas.






