PARIMO, Sendernews.id– Pentas Budaya Nusantara di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjadi ruang untuk mengingatkan pentingnya menjaga budaya sebagai bagian dari jati diri generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulawesi Tengah Nyoman Slamet saat menghadiri Pentas Budaya Nusantara di Gedung Balai Umat Pura Mertasari, Sabtu (19/9) malam.
Menurut dia, budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai pertunjukan seni. Seni dan tradisi merupakan bagian dari sejarah serta identitas masyarakat yang perlu terus diwariskan.
“Budaya bukan sekadar pertunjukan, tetapi merupakan jejak sejarah, identitas, dan jati diri kita,” jelasnya.
Ia mengatakan perkembangan teknologi dan masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar membuat generasi muda perlu semakin mengenal akar budaya daerahnya.
“Generasi muda harus mengenal akar budayanya sendiri. Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri,” ujarnya.
Ia menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan masyarakat dengan memberikan ruang bagi kelompok seni untuk terus berkarya dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda.
Pentas yang mengusung tema “Merajut Tradisi, Menghidupkan Warisan, Membangun Generasi Berbudaya” itu dihadiri sekitar 200 orang. Sejumlah sanggar seni turut tampil, di antaranya Sanggar Seni Lingga Swara, Sanggar Seni Kailinesia dari Toboli, serta Sanggar Seni Torayaku dari Pelawa Baru, Parigi.
Ketua PHDI Kabupaten Parimo, I Made Yastina, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman seni dan tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Kita harus mengenal budaya, mencintai warisan yang ada, dan melestarikannya untuk generasi selanjutnya,” kata I Made Yastina.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat dan memastikan warisan tersebut tetap dikenal generasi berikutnya.
Pentas Budaya Nusantara itu sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali seni, tradisi, dan kearifan lokal yang berkembang di Kabupaten Parimo.







