Dikritik Soal Penanganan Narkoba, Kapolres Parimo Tegaskan Komitmennya

Kapolres Parimo, AKBP Hendrawan A.N

PARIMO, Sendernews.id—Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan A.N. menegaskan kritik dan masukan masyarakat terkait penanganan kasus narkotika menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Kepolisian.

Menurut dia, pengawasan publik diperlukan untuk memastikan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika berjalan tepat sasaran serta sesuai ketentuan hukum.

banner 970x250

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan media yang terus memberikan perhatian dan pengawasan terhadap persoalan narkotika,” ungkapnya saat konferensi pers di Mako Polres Parimo, Kamis (10/9).

Ia menegaskan setiap penangkapan tidak boleh dilakukan tanpa dasar. Informasi yang diterima harus melalui pendalaman dan didukung bukti yang cukup sebelum Kepolisian mengambil tindakan.

Dirinya mengatakan proses hukum juga harus mampu mengungkap peran setiap orang dalam jaringan narkotika, mulai dari bandar, pengedar, kurir hingga pengguna atau penyalahguna.

“Tujuannya adalah agar penindakan benar-benar tepat sasaran dan mampu mengungkap peran masing-masing pihak dalam jaringan narkotika,” ujarnya.

Ia menekankan pengungkapan perkara tidak semestinya berhenti pada pelaku yang tertangkap di lapangan. Polisi akan terus mendalami kasus untuk menemukan jaringan serta mata rantai peredaran yang lebih luas.

“Kami tidak ingin penindakan hanya berhenti pada orang yang berada di lapangan. Yang lebih penting adalah bagaimana jaringan dan mata rantai peredarannya dapat diungkap secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat aktif memberikan informasi jika menemukan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu Kepolisian melakukan pencegahan dan pengungkapan kasus.

“Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Kami membutuhkan informasi masyarakat, dukungan tokoh masyarakat, peran pemerintah daerah, serta dukungan rekan-rekan media,” katanya.

Menurut dia, kritik masyarakat tidak boleh dipandang sebagai hambatan. Sebaliknya, kritik merupakan bentuk kontrol sosial yang dapat mendorong Kepolisian memperbaiki kinerja.

Kata dia, tetap berkomitmen melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Parimo dari ancaman peredaran narkotika.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *